Dorong Efek Pengganda Ekonomi, Pemkot Bekasi Paparkan Strategi Sektor Jasa ke DPRD Depok

Bekasi9 Dilihat

BEKASIKINI – Pemerintah Kota Bekasi memaparkan konsep penciptaan multiplier effect (efek pengganda) ekonomi saat menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kota Depok di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Bekasi. Strategi ini berfokus pada integrasi acara besar di kawasan publik dengan pergerakan sektor perdagangan, kuliner, dan jasa.

Rombongan Komisi B DPRD Kota Depok yang dipimpin Hj. Yeti Wulandari dan H. Hamzah mendalami bagaimana penyelenggaraan berbagai event di Kota Bekasi mampu menggerakkan roda perekonomian warga di luar pendapatan retribusi daerah.

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menjelaskan bahwa setiap kegiatan berskala besar yang diselenggarakan di fasilitas pemerintah dirancang untuk menarik kunjungan masyarakat dari luar daerah. Kunjungan ini yang kemudian menjadi pemantik transaksi di berbagai sektor ekonomi lokal.

“Konsep tersebut diharapkan memberikan efek pengganda (multiplier effect) terhadap sektor perdagangan dan jasa. Dengan mendorong masyarakat dari luar daerah untuk datang dan menikmati berbagai fasilitas yang tersedia di Kota Bekasi, aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, pusat perbelanjaan, kuliner, hingga jasa lainnya turut meningkat,” ujar Harris Bobihoe.

Harris menambahkan, untuk memastikan sektor UMKM kuliner mendapatkan porsi nyata dari dampak ekonomi tersebut, Pemkot Bekasi menerapkan skema penyediaan zona khusus (Food Zone) yang tertata serta pelibatan rutin dalam agenda mingguan seperti Car Free Day (CFD).

“Penyediaan ruang usaha yang tidak membebani pelaku UMKM dengan biaya sewa tinggi sekaligus menjadi sarana promosi dan perluasan pasar. Pengembangan ekonomi perkotaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan pendapatan daerah, tetapi juga penciptaan ekosistem ekonomi yang melibatkan masyarakat secara langsung,” tegasnya.

Komisi B DPRD Kota Depok mengapresiasi pendekatan berbasis ekosistem ini. Data dan informasi mengenai dampak interkoneksi acara publik terhadap okupansi hotel dan pasar kuliner lokal ini akan dijadikan bahan rujukan untuk pengembangan sektor jasa di Kota Depok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *